Sudah lama kita tak mendengar distorsi gitar yang kencang, vokal yang melengking serta cabikan bas dan pukulan drum yang membakar adrenalin. Lalu lihatlah para personilnya berlarian kesana kemari bahkan bergelantungan. Dan lihatlah para penontonnya yang mengibaskan rambutnya sambil mengepalkan tangan mereka sembari menyanyikan lagu band idolanya. Musik Rock!. Musik semacam ini lebih dikenal pada era 80’ an dengan band-band seperti Motley Crue, RATT, Quiet Riot, Guns ‘N Roses, dll. Pada era tersebut musik Rock ‘sempat’ meraih tempat di arus utama industri musik di dunia sebelum digeser oleh Nirvana dengan Grunge nya di tahun 90’ an awal. Saat itu mereka (Band-Band Rock) menyuguhkan sebuah konsep utuh dalam membentuk sebuah band. Mereka sadar betul kalau mereka tidak sekedar membuat musik lalu selesai begitu saja. Sebagai anak band mereka juga memikirkan sebuah konsep visual untuk kelompok mereka sendiri sehingga memiliki ‘positioning’ sendiri sebagai sebuah band. Dari segi kostum pun tak tanggung-tanggung, lihatlah bagaimana Motley Crue dan Hanoi Rocks berpenampilan. Di era 70’an Indonesia memiliki God Bless yang tidak main-main dalam bermusik. Ketika pentas pun mereka juga tidak lupa memperhatikan penampilan. Kalau boleh dibilang, inilah “semangat anak band”, yang di era sekarang kesadaran semacam ini sudah jarang didapatkan. Kesadaran seperti apa? Itu yang pastinya ditanyakan.
Pertama adalah musik, tentunya ini setelah melewati tahapan mendapatkan pemain yang cocok dan sehati. Setidaknya kita bisa memainkan instrumen yang kita kuasai dengan baik, tidak perlu memikirkan skill tapi juga jangan tanpa skill. Percayalah, itu semua akan menolong kita untuk kedepannya bila ingin lebih jauh berkembang. Lihatlah bagaimana Led Zeppelin, Deep Purple, ataupun Grand Funk Railroad dalam membangun musiknya yang ‘sakti’. Aransemen musik yang tidak kacangan, dan sanggup meluluhkan hati bahkan membuat orgasme. Bukan tidak mungkin musik mereka bisa berdurasi 7 menit atau bahkan 10 menit, dan ketika dipanggung bisa lebih lama dari durasi sebenarnya. Karena mereka memikirkan aransemen yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan sesuai dengan tema lagunya, bukan karena standar permintaan seseorang atau tuntutan standar radio, televisi ataupun label...